• Indonesia


Support +62-31-5922403 / 5926359
Berita & Agenda : Monday, 22 July 2019 | 82 Views |

KKN, STOP NGELESS !

Mulai Dari Siapa Lagi?
GREEN Sudah Merupakan Keharusan. STOP NGELES!

DSC_0012

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah menjadi kewajiban bagi Universitas Widya Kartika, karena ini juga bagian dari salah satu bentuk nyata Tri Dharma perguruan tinggi, yakni Pengabdian Kepada Masyarakat. KKN Universitas Widya Kartika tahun 2019 ini memiliki tema “Give Back To Community” sebagai bentuk tanggung jawab keilmuannya. Bersama komunitas NOL SAMPAH dan kami yang terdiri dari 54 mahasiswa dengan 6 dosen pembimbing mengambil peran bersama warga dalam penghijauan dan pemanfaatan lahan dengan cara penanaman tanaman toga, sayur dan hias pada obyek KKN daerah Surabaya Utara terutama wilayah Platuk Donomulyo RW 13. Ketua RW bernama pak Saiful ini memiliki prestasi untuk beberapa RT yang dimilikinya. Salah satu produknya adalah air minum kerepes khas kemangi.

Alasan berikutnya mengapa kami bekerja sama dengan NOL SAMPAH adalah untuk mengurangi sampah, terutama sampah plastik. Pihak NOL SAMPAH Memberikan penyuluhan tentang bahaya sampah plastic dan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik. Hasil dari ini untuk bekal mahasiswa dalam mengedukasi warga dan puncaknya adalah kegiatan ‘RAMPOK’ tas plastik pengunjung car free day Taman Bungkul Jl. Darmo Surabaya pada hari ini (Minggu, 14 Juli 2019).

DSC_0010

Ini adalah kesekian kalinya kami bekerjasama dengan komunitas NOL SAMPAH Surabaya untuk kegiatan KKN UWIKA, karena kami menyadari bahwa begitu pentingnya kegiatan yang rutin dan berkesinambungan untuk benar-benar menancapkan pesan kepada masyarakat khususnya di Surabaya akan pentingnya berperan serta dalam gerakan GO GREEN dan pengurangan sampah plastik, dengan dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang paling sederhana di sekitar kita.

Kami telah menyediakan 560 tas kain yang akan kami gunakan untuk mengganti tas plastik yang berhasil kami ‘RAMPOK’. Tas kain yang kain sediakan jauh lebih baik dalam penggunaannya, karena 100% terbuat dari bahan yang mudah terurai jika kelak menjadi telah menjadi sampah. Tas ini pun dapat digunakan berkali-kali, sehingga selain ramah lingkungan juga hemat.

Menurut bapak Dwi Taufik selaku koordinator dosen pembimbing lapangan (DPL) dalam kegiatan KKN hari ini, bahwa kita bersama sudah harus sadar bahwa sebagai salah satu kota besar dan kota metropolitan di Indonesia, kita warga Surabaya menjadi pemasok sampah yang besar pula bagi Indonesia. Maka dimulai dari kebiasaan sederhana, dimulai dari diri kita bisa mengubah pola ketergantungan pada plastik, dan dampaknya adalah kelestarian lingkungan. Bersama anak dan cucu kita kelak ingin hidup lebih lama dan panjang di Bumi ini, maka hendaknya kita juga berkewajiban menjaga kelestariannya dimulai dari sekarang juga.

Tas Spunbond - 2C

Switch to our mobile site